<p data-pm-slice="1 1 []"><strong>BADUNG</strong> – Memasuki usia emas setengah abad, Perumda Air Minum Tirta Mangutama Kabupaten Badung menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan air minum kepada masyarakat. Bertepatan dengan puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50, Rabu (21/10/2026), Perumda Air Minum Tirta Mangutama menggelar sarasehan pelayanan publik sebagai forum evaluasi, dialog lintas instansi, sekaligus upaya merumuskan solusi atas berbagai tantangan dalam pengelolaan dan distribusi air minum di Kabupaten Badung.</p> <p>Mengusung semangat refleksi dan pembenahan berkelanjutan, sarasehan ini menjadi momentum penting bagi perusahaan untuk meninjau perjalanan pelayanan selama lima dekade, mengidentifikasi persoalan yang masih dihadapi, serta membangun kesepahaman dengan berbagai pemangku kepentingan guna menghadirkan pelayanan publik yang semakin efektif, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.</p> <p>Sarasehan dimoderatori oleh Ir. Made Sastra Kencana dengan menghadirkan sejumlah narasumber dari Ombudsman dan unsur badan publik lainnya di Bali. Forum ini membahas berbagai aspek strategis, mulai dari tata kelola pelayanan publik, koordinasi antarlembaga, tantangan ketersediaan sumber air, hingga upaya meminimalkan gangguan pelayanan kepada pelanggan.</p> <p>Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Mangutama, Wayan Suyasa, menyampaikan bahwa usia 50 tahun bukan sekadar penanda perjalanan panjang perusahaan, melainkan momentum untuk memperkuat evaluasi dan menyiapkan langkah strategis menghadapi kebutuhan pelayanan air minum yang terus berkembang.</p> <p>Menurutnya, berbagai capaian telah diraih selama lima dekade perjalanan Tirta Mangutama. Namun, dinamika pembangunan wilayah, pertumbuhan penduduk, peningkatan aktivitas pariwisata, serta perubahan kondisi lingkungan menuntut perusahaan untuk terus beradaptasi dan meningkatkan kapasitas pelayanan.</p> <p>“Lima puluh tahun perjalanan ini menjadi momentum bagi kami untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh, melihat berbagai persoalan yang masih dihadapi, sekaligus merumuskan langkah-langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Tantangan ke depan semakin kompleks sehingga diperlukan upaya bersama, inovasi, dan koordinasi yang lebih kuat,” ujar Suyasa.</p> <h2>Kemarau Panjang dan Pertumbuhan Wilayah Jadi Tantangan</h2> <p>Salah satu tantangan yang menjadi perhatian utama adalah musim kemarau yang berlangsung cukup panjang dan berdampak terhadap debit sejumlah sumber air, baik air tanah, mata air, maupun air sungai. Kondisi tersebut menuntut pengelolaan sumber daya air yang lebih cermat agar ketersediaan air minum bagi masyarakat tetap terjaga.</p> <p>Suyasa menjelaskan, keberlanjutan sumber air tidak dapat dilepaskan dari kondisi lingkungan, khususnya kawasan hulu yang berperan penting dalam menjaga siklus dan ketersediaan air. Kerusakan lingkungan di kawasan hulu berpotensi memengaruhi ketersediaan air di wilayah hilir, sehingga upaya menjaga sumber daya air harus menjadi tanggung jawab bersama.</p> <p>“Keberlanjutan sumber air sangat berkaitan dengan kondisi lingkungan. Apabila kawasan hulu tidak terjaga dengan baik, dampaknya dapat dirasakan hingga ke wilayah hilir. Karena itu, pengelolaan sumber daya air tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab penyedia layanan, tetapi membutuhkan kepedulian dan keterlibatan semua pihak,” jelasnya.</p> <p>Sebagai langkah antisipatif, Perumda Air Minum Tirta Mangutama terus mengoptimalkan pengelolaan sumber air yang tersedia serta mengidentifikasi titik-titik sumber air potensial yang memungkinkan dikembangkan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan masyarakat.</p> <p>Langkah ini menjadi semakin penting seiring pertumbuhan penduduk dan perkembangan sektor pariwisata di Kabupaten Badung, khususnya wilayah Badung Selatan. Peningkatan aktivitas ekonomi dan pariwisata turut mendorong kebutuhan air minum, sehingga diperlukan perencanaan yang matang, pengelolaan yang efisien, serta strategi jangka panjang untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan pelayanan dan ketersediaan sumber daya air.</p> <h2>Sarasehan Jadi Ruang Mencari Solusi Lintas Instansi</h2> <p>Selain membahas ketersediaan sumber air, sarasehan ini juga menyoroti pentingnya tata kelola dan koordinasi lintas instansi dalam mendukung kelancaran pelayanan publik. Pelayanan air minum memiliki keterkaitan dengan berbagai pihak yang menjalankan kewenangan, ketentuan, dan mekanisme kerja masing-masing.</p> <p>Untuk itu, Perumda Air Minum Tirta Mangutama melibatkan Ombudsman, unsur penyelenggara jalan nasional, Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi), serta unsur keuangan dalam forum diskusi tersebut.</p> <p>Pelibatan berbagai pemangku kepentingan ini diharapkan dapat membuka ruang komunikasi yang konstruktif, menyamakan persepsi, serta mengidentifikasi solusi atas persoalan yang berpotensi menghambat pelaksanaan pelayanan air minum kepada masyarakat.</p> <p>Suyasa menegaskan, gangguan pelayanan dalam kondisi tertentu memang tidak sepenuhnya dapat dihindari. Namun, melalui koordinasi dan perencanaan yang lebih baik, dampak gangguan tersebut perlu ditekan seminimal mungkin agar masyarakat tetap memperoleh pelayanan yang optimal.</p> <p>“Kami ingin mencari titik temu dan solusi bersama agar dalam pelaksanaan pelayanan tidak terlalu banyak menimbulkan gangguan. Kami menyadari bahwa gangguan pelayanan tidak sepenuhnya bisa dihindari, tetapi dampaknya harus diminimalkan karena air minum merupakan kebutuhan dasar masyarakat,” tegasnya.</p> <p>Ia berharap, melalui dialog terbuka dan sinergi antarlembaga, berbagai persoalan yang berkaitan dengan tata kelola, pembiayaan, serta pelaksanaan pelayanan dapat ditangani secara lebih efektif dan proporsional. Koordinasi yang kuat dinilai menjadi salah satu faktor penting untuk menciptakan pelayanan yang lebih andal tanpa mengabaikan keberlanjutan operasional perusahaan.</p> <h2>50 Tahun Mengabdi, Melangkah Menuju Pelayanan yang Lebih Baik</h2> <p>Penyelenggaraan sarasehan pelayanan publik menjadi bagian dari refleksi perjalanan 50 tahun Perumda Air Minum Tirta Mangutama dalam menjalankan mandat pelayanan dasar bagi masyarakat Kabupaten Badung.</p> <p>Momentum setengah abad ini tidak hanya menjadi ajang mengenang capaian yang telah diraih, tetapi juga menjadi titik tolak untuk memperkuat pembenahan, meningkatkan kualitas tata kelola, dan membangun kesiapan perusahaan dalam menghadapi tantangan pelayanan di masa mendatang.</p> <p>Ke depan, optimalisasi sumber air, penguatan koordinasi lintas instansi, peningkatan efektivitas pengelolaan, serta upaya meminimalkan gangguan distribusi diharapkan menjadi bagian penting dari langkah berkelanjutan Tirta Mangutama dalam memenuhi kebutuhan air minum masyarakat.</p> <p>Dengan semangat <strong>“Setengah Abad Tirta Mangutama untuk Badung”</strong>, usia ke-50 menjadi pengingat bahwa perjalanan perusahaan tidak berhenti pada pencapaian masa lalu, tetapi terus berlanjut melalui komitmen untuk berbenah, memperkuat kolaborasi, dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.</p> <p>Sebab, di balik setiap aliran air yang sampai ke masyarakat, terdapat tanggung jawab besar untuk menjaga sumber kehidupan, mendukung aktivitas masyarakat, serta menunjang pembangunan dan pertumbuhan Kabupaten Badung secara berkelanjutan.</p> <p><strong>Perumda Air Minum Tirta Mangutama Kabupaten Badung — Setengah Abad Mengabdi, Terus Berbenah, Melayani dengan Komitmen.</strong></p>
SETENGAH ABAD TIRTA MANGUTAMA: GELAR SARASEHAN PELAYANAN PUBLIK, PERKUAT SINERGI DAN CARI SOLUSI TANTANGAN AIR MINUM DI BADUNG
22 Oct 2026